Sabtu, 07 Januari 2012

SENI TRADISIONAL SEBAGAI IDENTITAS BANGSA INDONESIA

  Pemuda adalah generasi penerus bangsa. Sebagai penerus bangsa, pemuda diharapkan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Sehingga dapat mempertahankan identitas bangsa , khususnya dalam hal kesenian tradisional. Pada bidang seni tradisional, pemuda memiliki peran yang cukup penting, yaitu untuk menggali seni tradisional dan meningkatkan minat rakyat terhadap seni tradisional itu sendiri. Sebab, tanpa adanya keinginan pemuda untuk terus mempelajari dan meningkatkan minat rakyat terhadap seni tradisional, baik dalam hal tarian, pakaian, alat musik,  lagu, dll maka seni tradisional Indonesia akan menghilang. Padahal seni tradisional merupakan bagian dari budaya Indonesia dan salah satu kekayaan Indonesia.
Pada faktanya dari waktu ke waktu minat rakyat, salah satunya adalah pemuda semakin berkurang terhadap budaya indonesia, terutama dalam seni tradisional. Saat ini, generasi muda lebih suka mempelajari dance dibandingkan tarian daerah, mendengarkan musik barat atau lagu korea dibandingkan mendengarkan musik yang memiliki unsur tradisional, dan mempelajari alat musik moderen dibandingkan belajar alat musik tradisional. Tidaklah aneh apabila tarian dan lagu daerah Indonesia sempat di klaim oleh negara lain. Seharusnya pemudalah yang memiliki minat tinggi terhadap kebudayaan Indonesia dan mau mengembangkannya dengan kreatifitas dan pengetahuan yang dimiliki.
Seni tradisional sebagai identitas bangsa Indonesia harus dipertahankan, salah satunya dengan cara meningkatkan minat pemuda terhadap seni tradisional. Beberapa cara untuk meningkatkan minat pemuda terhadap seni tradisional, yaitu :
  1. Membuat lagu yang didalamnya terdapat perpaduan antara permainan alat musik moderen   dengan tradisional. 
  2. Membuat film, FTV, sinetron yang menampilkan seni tradisional.  
  3. Membuat aksesoris yang terdapat unsur tradisional. 
  4. Membuat game di Internet atau komputer maupun handphone yang terdapat unsur tradisional

Saat ini, seluruh dunia telah memasuki era globalisasi. Globalisasi sendiri pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa - bangsa di seluruh dunia (Menurut Edison A. Jamli dkk.Kewarganegaraan.2005). Era globalisasi memberikan efek yang begitu besar terhadap seluruh dunia, khususnya Indonesia. Salah satu tanda masuknya globalisasi, yaitu adanya kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi ( IPTEK ). Kemajuan di bidang IPTEK membuat budaya asing bisa masuk dengan mudah ke Indonesia, seperti segala sesuatu yang menjadi serba instan, gaya hidup, ditetapkannya bahasa inggris sebagai bahasa internasional, trend busana, dll.   
Terlihat dari segi budaya, khususnya dampak globalisasi terhadap keberadaan kesenian tradisional, yaitu seni tradisional berada pada titik yang rendah dan mengalami berbagai tantangan dari pengaruh luar maupun dari dalam. Tantangan dari pengaruh luar dapat di lihat dengan adanya pengaruh berbagai karya – karya kesenian populer dan lebih moderen. Kesenian – kesenian populer tersebut lebih mempunyai keleluasan dan kemudahan – kemudahan dalam berbagai komunikasi, baik secara alamiah maupun teknologi, sehingga memberikan pengaruh terhadap masyarakat. Sisi lain, adanya masyarakat yang masih setia kepada tradisinya perlahan – lahan mengikuti perkembangan. Hal tersebut, mengakibatkan seni tradisional sulit untuk dapat bangun lagi. 
Walaupun globalisasi banyak memberikan dampak negatif, seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Namun, globalisasi juga dapat memberikan dampak positif, seperti bisa memperkenalkan seni tradisional sebagai identitas bangsa Indonesia ke bangsa lain. Contohnya,yaitu :
  • Membuat iklan pariwisata Indonesia yang menampilkan seni tarian tradisional, bangunan – bangunan tradisional serta lagu daerah. 
  • Kemajuan IPTEK bisa dimanfaatkan untuk membuat sebuah situs yang berisikan berbagai macam kesenian tradisional Indonesia .
  • Terbukanya pasar internasional memberikan kita peluang untuk mengekspor atau menjual pakaian, lagu maupun benda – benda yang berciri khas tradisional dengan kualitas dan kreatifitas yang tinggi ke negara lain.
  • Kemajuan di bidang IPTEK, adalah adanya youtube. Adanya youtube memberikan peluang bagi kita untuk bisa memperkenalkan seni tradisional Indonesia ke bangsa lain, dengan cara memasukan vidio berupa tarian daerah, lagu daerah, dll.   

Era globalisasi telah mengubah dunia secara mendasar. Misalnya, pada bidang kesenian, dimana kesenian populer lain yang tersaji melalui kaset, vcd, dan dvd yang berasal dari manca negara pun makin marak kehadirannya di tengah-tengah kita. Peristiwa transkultural seperti itu mau tidak mau akan berpengaruh terhadap keberadaan kesenian kita. Padahal, kesenian tradisional kita merupakan bagian dari khasanah kebudayaan nasional yang perlu dijaga kelestarian  
Oleh karena itu, kita harus melestarikan seni tradisional sebagai identitas bangsa Indonesia dengan cara, yaitu pertama, menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh. Misalnya, mencintai karya seni budaya sendiri. Kedua, selektif terhadap kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia. Ketiga, pemerintah harus menghak-patenkan produk seni tradisional Indonesia. Keempat, pembangunan secara intelektual, mengacu pada pendidikan sebagai bentuk pemeliharaan kesenian, yang mana  hal itu diberikan secara menyeluruh pada bangku-bangku pendidikan di seluruh Indonesia mengenai pentingnya pemeliharaan kesenian. Kelima, pembangunan secara kreativitas, dengan cara memacu para seniman untuk terus berkarya dan mendidik generasi selanjutnya sebagai penerus. Negara  juga harus mengakui bahwa seniman adalah salah satu tonggak penopang dari pertahanan negara Indonesia melalui hasil-hasil karyanya serta memberikan kesejahteraan bagi mereka. Keenam, Mendirikan UKM kesenian tradisional di setiap bangku – bangku pendidikan di seluruh Indonesia



Tidak ada komentar:

Posting Komentar