Sabtu, 07 Januari 2012

TEKNOLOGI MEMBIUS MASYARAKAT INDONESIA

Berdasarkan data yang di peroleh dari Wikipedia.com, statistik pengguna facebook di Indonesia pada tanggal 21 februari 2010 adalah sebesar 19.01 juta. Berdasarkan data tersebut, Indonesia menduduki peringkat ketiga sebagai pengguna facebook terbanyak di dunia setelah negara Amerika Serikat dan Inggris. Namun di Asia, Indonesia  jelas menduduki peringkat pertama dan sulit di kejar oleh negara lain.  
Tidak hanya facebook, Indonesia menjadi pasar yang sangat empuk bagi Research in Motion, perusahaan yang memproduksi BlackBerry untuk merauk keuntungan. Hal ini dapat di lihat dari data yang di peroleh oleh TeknoJurnal, bahwa jumlah pengguna BlackBerry di Indonesia  tahun 2010 sebesar 2,63 juta dan tahun ini di perkirakan mencapai 4 juta. Mereka juga menyebutkan bahwa Indonesia merupakan pasar terbesar BlackBerry di Asia Tenggara.
Berdasarkan data – data tersebut, faktanya masyarakat Indonesia sangat mudah terbius oleh produk – produk perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Kenapa masyarakat Indonesia mudah terbius oleh produk – produk perkembangan teknologi informasi dan komunikasi? Alasannya, karena masyarakat Indonesia bisa menerima segala sesuatunya dengan mudah dan mudah tertarik serta penasaran dengan hal – hal baru. Bagaimana tidak, contohnya saja ketika laptop, youtube, ipad, dan lain - lain hadir di Indonesia, masyarakat Indonesia cukup banyak yang menggunakan atau memiliki produk – produk perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tersebut.
Terbiusnya masyarakat Indonesia akan teknologi tentu memberikan dampak, baik dampak positif maupun dampak negatif. Dampak positif dari terbiusnya masyarakat Indonesia akan teknologi ada empat, yaitu pertama memudahkan dalam mencari berbagai macam informasi. Kedua, mudah dalam berkomunikasi dengan siapa saja tanpa dipisahkan oleh jarak dan waktu atau tanpa harus bertemu secara langsung. Ketiga, kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan, seperti adanya penjualan secara online. Keempat, memudahkan dalam hal pertukaran atau pengiriman data secara cepat tanpa harus pergi kekantor pos karena adanya email.
Selain dampak positif, terbiusnya masyarakat Indonesia akan teknologi juga memiliki dampak negatif, yaitu pertama pola kegiatan manusia atau jadwal kegiatan manusia menjadi tidak teratur. Kedua, pola komunikasi masyarakat berubah, yang tadinya komunikasi secara tatap muka menjadi komunikasi yang terjadi tidak secara tatap muka. Ketiga, adanya cyber crime, yaitu kejahatan yang terjadi melalui dunia maya.
Sangat disayangkan bahwa masyarakat Indonesia hanya bisa menggunakan produk – produk perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang ada, tetapi tidak bisa membuat aplikasi dari produk tersebut serta membuat produk itu sendiri. Sesungguhnya masyarakat Indonesia sangat pintar. Bagaimana tidak, banyak orang Indonesia yang memenangkan piala olimpiade di bidang pendidikan tingkat Internasional. Namun, masyarakat Indonesia tidak mempunyai keinginan untuk bisa membuat produk – produk teknologi informasi dan komunikasi sendiri.
Seharusnya masyarakat Indonesia tidak hanya terbius untuk menggunakan teknologi yang ada, tetapi juga terbius untuk bisa menciptakan teknologi itu sendiri. Sebab jika masyarakat Indonesia terus – menerus hanya bisa menggunakan produk – produk teknologi tersebut, masyarakat Indonesia akan selalu   bergantung kepada negara – negara lain untuk bisa menggunakan, menguasai, dan mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang ada. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia harus mampu menciptakan dan membuat teknologi – teknologi canggih sendiri.    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar